<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Soil Soccer Club's Weblog</title>
	<atom:link href="http://soilsciencesc.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soilsciencesc.wordpress.com</link>
	<description>blognya anak ilmutanah unpad</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Jan 2010 14:35:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='soilsciencesc.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Soil Soccer Club's Weblog</title>
		<link>http://soilsciencesc.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://soilsciencesc.wordpress.com/osd.xml" title="Soil Soccer Club&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://soilsciencesc.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://soilsciencesc.wordpress.com/2009/06/09/29/</link>
		<comments>http://soilsciencesc.wordpress.com/2009/06/09/29/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 13:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuzar</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soilsciencesc.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[mPIt.. • Penelitian adalah usaha manusia untuk mengisi kekosongan-kekosongan dalam pengetahuan • Kekosongan:Menemukan/mengembangkan dan menguji kebenaran-kebenaran ilmu pengetahuan • Jenis-jenis metode dalam penelitian : metode logika dan metode teknis • Metode logika(hasil pemikiran/proses berpikir dari teoritis yang ada : penyimpulan secara induktif dan deduktif • Induktif: 1. observasi data dari lapangan 2. analisis data 3. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soilsciencesc.wordpress.com&amp;blog=4986312&amp;post=29&amp;subd=soilsciencesc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mPIt..<br />
•	Penelitian adalah usaha manusia untuk mengisi kekosongan-kekosongan dalam pengetahuan<br />
•	Kekosongan:Menemukan/mengembangkan dan menguji kebenaran-kebenaran ilmu pengetahuan<br />
•	Jenis-jenis metode dalam penelitian : metode logika dan metode teknis<br />
•	Metode  logika(hasil pemikiran/proses berpikir dari teoritis yang ada : penyimpulan secara induktif dan deduktif<br />
•	Induktif: 1. observasi data dari lapangan 2. analisis data 3. kesimpulan<br />
•	Deduktif(rasional/hipotesis): 1. olah dara teori(pustaka), pengalaman orang lain 2. kesimpulan<br />
•	Metode logika adalah suatu metode yang lebih menekankan kepada cara kerja pikiran<br />
•	Metode Teknis: suatu metode yang lebih menekankan kepada cara/teknis untuk melaksanakan hasil kerja pikiran, teknik pelaksanaan:eksperimen,survey, sejarah</p>
<p>Hipotesis adalah jawaban sementara dari penelitian<br />
•	Teknik mental yang tersedia bagi peneliti<br />
•	Berfungsi sebagai 1. dasar percobaan dan pengalaman baru(uji hipotesis) 2. alat bantu orang mengenal benda/kejadian<br />
•	Teori :hipotesis dasar dari beberapa penelitian.<br />
•	Faktor pembatas hipotesis: 1. jangan mempertahankan pendapat yang keliru 2. disiplin sesuaikan pendapat dengan fakta 3. menguji pendapat secara kritis 4. hindarkan pemikiran keliru<br />
Langkah-langkah perumusan masalah<br />
•	Pustaka<br />
•	Mencari data sebanyak-banyaknya dari hasil penelitian orang lain<br />
•	Mencari sebab akibat<br />
•	Membuat hipotesis</p>
<p>Variabel<br />
•	Semua objek yang menjadi sasaran penelitian<br />
•	Gejala ialah yang ditimbulkan oleh perbedaan jenis atau tingkatan yang disebabkan variabel lain dan biasanya merupakan sasaran penelitian bisa berbentuk keadaan,faktor,perlakuan,kondisi<br />
•	Variabel ini bisa bervariasi menurut jenis pekerjaan,petani, pedagang, tingkatannya, keadaannya<br />
•	Gejala menurut jenis bisa dikatakan kategori atau nominal<br />
•	Gejala berdasarkan tingkatan  ada yang disebut hasil pemikiran dan datana disebut variabel kobtinum</p>
<p>Pengukuran<br />
•	Pengukuran adalah teknik pengumpulan data untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurasi variabel<br />
•	Pengukuran : suatu kegatan untuk identifikasi besar/kecilnya objek/gejala, menggunakan alat-alat yang sudah ditera(panjang berat dsb dan lebih objektif), tanpa menggunakan alat alat yg sudah di tera<br />
•	Teknik pengukuran : 1. teknik observasi langsung 2. teknik observasi tidak langsung 3. teknik komunikasi langsung 4. teknik komunikasi tidak langsung<br />
•<br />
•	Pengamatan: *adanya unsur-unsur penerima oleh panca indra *adanya unsur mental(sadar/tidak)<br />
•	Pengamatan salah karena : 1. tersangkut erosi 2. fenomena kurang diperhatiakm 3. waktu terbatas<br />
•	Data relevan bila:<br />
1.	dapat ditetapkan rehabilitas dan otentisitas data—tujuan<br />
2.	dapat dipecahkan masalah penelitian—sumber data<br />
3.	dapat dikuasai keadaan—sumber data dan proses pengumpulannya<br />
4.	perlu/tidaknya sumber data diperlua<br />
5.	dapat/tidaknua dipergnuakan teknik pengumpulan data yang ada</p>
<p><strong>KONSERVASI TANAH DAN AIR</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>SISTEM PERTANIANDI INDONESIA</strong></p>
<p>I. PERLADANGAN BERPINDAH (EXTENSIVE SHIFTING CULTIVATION )</p>
<p>Pertanian ekstensif dg me-rambah hutan.</p>
<ul>
<li>Sistem rotasi pada lahan kering berlereng.</li>
<li>Pertanian primitif (tebang, tebas, bakar &amp; tanam).</li>
<li>Komoditas terbatas.</li>
<li>Tanpa input pertanian.</li>
<li>Tk erosi tinggi menimbul-kan lahan kritis.</li>
</ul>
<p>II. PERTANIAN INTENSIF MEMENUHI KEBUTUHAN SENDIRI (INTENSIVE SUBSISTANCE AGRICULTURE )</p>
<ul>
<li>Pertanian dilakukan secara intensif pd lahan basah atau kering.</li>
<li>Pertanian secara intensif (monokultur atau tumpang-sari).</li>
<li>Menggunakan input per-tanian.</li>
<li>Komoditas umumnya ter-dapat di pasaran.</li>
<li>Tingkat erosi relatif ter-gantung pengelolaannya.</li>
</ul>
<p>III. PERTANIAN KOMERSIAL</p>
<p>(COMMERCIAL AGRICULTURE )</p>
<ul>
<li>Pertanian dilakukan sangat intensif  pd lahan kering dg areal luas.</li>
<li>Pengelolaan secara modern dg input pertanian tinggi.</li>
<li>Pertanian komersial dg komoditas bernilai ekonomi tinggi.</li>
<li>Sistem pertanian berkelan-jutan dg tingkat erosi rendah.</li>
</ul>
<p>KONSERVASI TANAH Adalah</p>
<p>Usaha penggunaan tanah secara efisien dan efektif sesuai dengan kemampuannya agar dicapai produktivitas pertanian secara optimal danberkelanjutan.</p>
<p>Apa saja Yang dilakukan :</p>
<ul>
<li>Mencegah kerusakan tanah akibat erosi.</li>
<li>Memperbaikitanahrusak&amp;pemulihantanahkritis.</li>
<li>Meningkatkanproduktivi-tastanah;pemanfaatantanahrawa,pasangsurut&amp;reklamasitanahber-garam.</li>
<li>Menetapkankelaskemam-puanlahanbesertadgtindakan/perlakuannyaagarlahandapatdiguna-kanselama-lamanya.</li>
</ul>
<p>KONSERVASI AIR Adalah</p>
<p>Usaha penggunaan air secara efisien dan efektif sesuai dengan penggunaannya agar di capai produktivitas pertanian yang berkelanjutan.</p>
<p>Hal yang dilakukan :</p>
<ul>
<li>Menelihara jumlah dan kualitas air melalui pengelolaan tanah dan tanaman yang baik</li>
<li>Pengaturan waktu aliran untuk mencegah banjir dan kekeringan.</li>
<li>Pemanfaatan air secara maksimum dengan cara yang efisien</li>
</ul>
<p>EROSI adalah</p>
<p>Proses pelepasan partikel tanah dari agregatnya akibat gaya kinetik air (tumbukan dan penggerusan</p>
<p>Erosi menyebabkan:</p>
<ul>
<li>Degradasi tanah/lahan kritis, penurunan produktivitas tanah pertanian</li>
<li>Sedimentasi sungai/waduk, pencemaran lingkungan</li>
<li>Banjir/kekeringan, program pembangunan terganggu</li>
</ul>
<p>Degradasi tanah(penurunan produktivitas lahan akibat erosi yang merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga menimbulkan lahan kritis)</p>
<p>Prosesnya detachment, transportability, between settlement, sedimentation</p>
<p>Jenis-jenis Erosi :</p>
<ul>
<li>Erosi Percikan (Splash Erosion)</li>
</ul>
<p>Erosi yang disebabkan oleh tumbukan / percikan langsung butiran air hujan pd permukan tanah.</p>
<ul>
<li>Erosi Lembar (Sheet Erosion)</li>
</ul>
<p>Pengangkutan lapisan tanah secara tipis &amp; merata berbentuk lembar pd permukaan  bidang tanah.</p>
<ul>
<li>Erosi Alur (Rill Erosion)</li>
</ul>
<p>Penggerusan aliran permukaan secara  terkonsentrasi dg membentuk alur dangkal memanjang pd permukaan tanah.</p>
<ul>
<li>Erosi Parit (Gully Erosion)</li>
</ul>
<p>Prosesnya sama dg erosi alur, tetapi saluran yg  terbentuk sangat dalam.</p>
<ul>
<li>Erosi Tebing Sungai (Stream Bank Erosion)</li>
</ul>
<p>Erosi yg terjadi akibat pengikisan tebing sungai  oleh air yg mengalir dr bagian atas atau pengikisan oleh arus air yg kuat pd kelokan atau sepanjang sungai.</p>
<ul>
<li>Tanah Longsor (Landslide)</li>
</ul>
<p>Pengangkutan ate pemindahan tanah yg terjadi secara bersamaan/serempak dg volume yg besar akibat penjenuhan kandungan air tanah dan adanya lapisan kedap air berupa bidang gelincir.</p>
<p><strong>TEKNOLOGI KONSERVASI TANAH</strong></p>
<ol>
<li><strong>METODE VEGETATIF</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Penanaman Tanaman Penutup Tanah  (<em>Cover Cropping</em>)</li>
</ul>
<ol>
<li>Jenis tanaman penutup tanah rendah : kalopo(Calopogonium cerulium , kacang asu, sentro, kudzu</li>
</ol>
<ol>
<li>
<ul>
<li>Penanaman       Rumput (<em>Grass Planting</em>)</li>
<li>Penanaman       Menurut Kontur (<em>Contour Cropping</em>)</li>
<li>Penanaman       Dalam Strip (<em>Strip Cropping</em>)</li>
<li>Rotasi       Tanaman (<em>Crop Rotation</em>)</li>
<li>Tumpangsari       (<em>Multiple Cropping</em>)</li>
<li>Budidaya       Lorong (<em>Alley Cropping</em>)</li>
<li>Sistem       Talun</li>
<li>Penghijauan       (<em>Regreening</em>)</li>
<li>Reboisasi       (<em>Reforestation</em>)</li>
<li>Wanatani       (<em>Agroforestry / Agrosilvyculture</em>)</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>2.metode kimia</p>
<p>Soil Conditioner adalah Bahan kimiaalami/buatan untuk memperbaiki sifat fisik tanah yg berfungsi sbg pembentuk struktur tanah dg pori pori didalam dan diantara agregat tanah yg sekaligus mantap/stabil dlm jumlah sedikit</p>
<p>Fungsi</p>
<p>Meningkatkan produkti-vitas tanah pertanian</p>
<p>Stabilisasi tanah (konstruksi/fondasi)</p>
<p>Menjaga kelestarian lingkungan</p>
<p>Karakteristik Pemantap Tanah</p>
<p>Kegunaan Bagi Pertanian</p>
<p>Memperbaiki agregat tanah</p>
<p>Tahan thd aktivitas mikrobia</p>
<p>Meningkatkan infiltrasi dan permeabilitas tanah</p>
<p>Bersifat non toksik bg tanaman</p>
<p>Mempengaruhi KTK tanah</p>
<p>Mempengaruhi kurva pF dan kapasitas menahan air tanah (water holding capacity)</p>
<p>Meningkatkan kelembaban tanah</p>
<p>Persyaratan(Schamp,1976)</p>
<p>Bahan hrs bersifat adhesif</p>
<p>Dapat menyebar dan bercampur dg tanah</p>
<p>Dapat membentuk agregat tanah yg stabil dlm air</p>
<p>Tidak bersifat racun bagi tanaman (phytotoxic)</p>
<p>Daya tahan cukup memadai</p>
<p>Harus mudah diperoleh dan ekonomis</p>
<p>Organic Fertilizer</p>
<p>Balance Fertilizer</p>
<p>Zeoagricultur</p>
<p>Liming</p>
<p><strong>PREDIKSI EROSI</strong></p>
<p><strong>Persamaan Umum Kehilangan Tanah</strong></p>
<p><strong>(Universal Soil Loss Equation) (USLE)</strong></p>
<p><strong>(Wischmeier &amp; Smith, 1969)</strong></p>
<p><strong>A = R . K . L . S . C . P</strong></p>
<p>A = Jumlah Tanah Tererosi (Ton/Ha/Th)</p>
<p>R = Jumlah Faktor Erosivitas Hujan (Joule)</p>
<p>K = Nilai Faktor Erodibilitas Tanah (K = A/R)</p>
<p>L = Indeks Faktor Panjang Lereng ( 22,1 m = 1)</p>
<p>S = Indeks Faktor Kemiringan Lereng (9 % = 1)</p>
<p>C = Indeks Faktor Pengelolaan Tanaman (Non Tanaman = 1)</p>
<p>P = Indeks Faktor Pengolahan Tanah/Praktek Konservasi Tanah (Non Konservasi = 1 )</p>
<p><strong>Faktor Erosivitas Hujan (R)</strong></p>
<p>Kemampuanhujandenganenergikinetiknyauntukmenimbulkanerosipadasuatubidanglahandalamwaktutertentu(IntensitasHujan=EI30)</p>
<p><strong>judul Penelitian</strong></p>
<p><strong>mikrum:</strong></p>
<p><strong>Perbandingan Efektivitas Cara Pengendalian Erosi Menggunakan Rorak dan Teras Pada Plot Erosi di Kebun Teh Dengan Model Persamaan USLE</strong></p>
<p><strong>PENGARUH PUPUK ORGANIK, ANORGANIK SERTA KOMBINASINYA TERHADAP KANDUNGAN ASAM HUMAT</strong></p>
<p><span style="background-color:#ffffff;"><strong>DAN ASAM HUMAT DI PERTANAMAN JAGUNG MUSIM TANAM KEDELAPAN PADA TANAH ULTISOL TAMAN BOGO LAMPUNG TIMUR</strong></span></p>
<p><span style="background-color:#ffffff;"><strong>Pengaruh Pemberian Sulfur dan Inokulum Jamur Pengoksidasi Sulfur (<em>Aspergillus japonicus</em>dan <em>Penicillium nalgiovense</em>) Terhadap Ketersediaan Sulfat Pada Udipsammen</strong></span></p>
<p><strong>Pengaruh Inokulasi Mikoriza dan Pupuk  P  Terhadap Derajat Infeksi Akar, Populasi Spora, Konsentrasi P Daun, P Tersedia Tanah dan Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (<em>Saccharum officinarum</em> L.) Pada Inceptisol Asal Jatitujuh</strong></p>
<p><strong>Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kacang Tanah dan Semangka  di Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta</strong></p>
<p><span style="background-color:#ffffff;"><strong><br />
</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soilsciencesc.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soilsciencesc.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soilsciencesc.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soilsciencesc.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soilsciencesc.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soilsciencesc.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soilsciencesc.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soilsciencesc.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soilsciencesc.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soilsciencesc.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soilsciencesc.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soilsciencesc.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soilsciencesc.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soilsciencesc.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soilsciencesc.wordpress.com&amp;blog=4986312&amp;post=29&amp;subd=soilsciencesc&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soilsciencesc.wordpress.com/2009/06/09/29/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c010943d4a482b392c2236208f094f9a?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">yuzar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
